Pages

Kamis, 05 Juli 2012

A word of regret and apology

Hampir selama beberapa minggu terakhir ini banyak bgt pikiran-pikiran dan perasaan yg gak seharusnya berujung sm penyesalan. Tapi toh gak ada yg sia-sia karena Tuhan selalu punya cara untuk bercerita, entah itu lewat sesuatu yg baik menurut kita ataupun justru lewat sebuah keburukan karena sesungguhnya Allah gak pernah dzalim terhadap hamba-hambaNya..
Klo mau dipikir-pikir rasa sedih,sakit,kecewa,bahagia dll itu sebenernya kt yg ciptakan sendiri, kt yg memilih sendiri utk merasakan itu semua, dengan kata lain kita yang pegang kendali untuk sekecil apapun permasalahan yg kita hadapi, nah sayangnya yg seringkali jadi masalah adl ketika sifat "KEMANUSIAAN" itu muncul mengalahkan tuntutan kebenaran yg sebenernya udah tertanam didalam mindset kita. Saat sifat "KEMANUSIAAN" ini muncul dimana kita seringkali merasa "wajar dong gw ngerasa blabla bla, atau manusiawi kan klo gw ngelakuin ini bla bla blaaa". Sebenernya sekali lagi ini bukan soal bener atau salah krn masing2 org udh bisa menjawab pertanyaan perasaan mana yg bener dan yg salah, ini lebih ke persoalaan kesalahan dlm menyikapi sifat "Manusiawi" ini karena itu yg terjadi terhadap saya beberapa minggu terakhir ini. Jadi pada dasarnya yg saya tulis ini bukan sok menggurui atau menyimpulkan bahwa apa yg saya tulis dlm postingan ini adalah 100% mutlak benar. Seperti postingan-postingan sebelumnya, semua org bebas interfensi,berpendapat, gak terima atau apapun, karena niatnya cuma berbagi dan saya selalu merasa bebas ketika bisa mengeluarkan apapun dlm bentuk tulisan secara jujur, sedikit terselip harapan klo ada yg sudi untuk baca mudah-mudahan bisa jadi bahan positif untuk sama-sama mengingatkan, sama-sama instropeksi diri :)

Yah balik lagi ke persoalan sifat "Manusiawi", hampir selama beberapa minggu ini saya mencoba menguraikan benang kusut yg cukup mengganggu banyak hal dan berimbas ke beberapa org terdekat. Maaf terhantur lebih dari ribuan maaf, ini semua kesalahan saya yg krg bijak menyikapi permasalahan yg ada. Karena masalah gak akan pernah menjadi masalah ketika perasaan kita tidak bermasalah, dari pada sibuk mencari pembenaran dan nyalahin org lain seharusnya yg bijak adalah yg mau instropeksi dan sadar bahwa masing-masing org punya kapasitas masing-masing, punya kekurangan masing2, jadi gak bisa dipukul rata. Kata-kata barusan tamparan keras buat diri saya pribadi dan ditujukan untuk diri saya pribadi yang lupa sama template yg sebenernya udh ada di mindset saya , bersyukur karena allah baik dan selalu baik hari ini saya diingatkan sama seseorang yg membalikkan kata-kata itu dan akhirnya muncullah postingan ini, postingan yang sedikit membantu mengurangi bongkahan penyesalan setelah beberapa minggu terakhir.

Setelah dipahami dalam kondisi yg tenang, tanpa perasaan dan tuntutan dari sifat "Manusiawi" itu, ternyata benang kusut yg cukup mengganggu selama beberapa minggu ini terurai dengan jelas.
Ketika tumpukan tanggung jawab ats amanah gak bisa diselesaikan dg baik, perubhan lingkungan sosial, pandangan dan penilaian orang, perasaan takut kehilangan, termasuk urusan cinta dan kesemuanya itu ditumpuk jadi satu dlm kondisi hati yg gak stabil,bingung,kesel,marah ya wajar aja klo akhirnya yg muncul adalah penyesalan... Maaf sekali lagi maafff, maaf untuk amanah yg gak bisa diselesaikan secara maksimal, maaf untuk orang-orang yg mungkin pernah ngerasa terdzhalimi atas sikap saya, maaf terlebih lebih maaf untuk Ny.besar yg ikutan sedih krn urusan2 yg ga seharusnya beliau pikirkan, maaf luar biasa maaf untuk sahabat saya yg jg terkena imbas dari semua ini, dari semua perasaan yg gak seharusnya, dari semua sikap yg juga tidak seharusnya.



Sesuatu yg bisa saya petik dari semua nya adalah manusia adalah tempatnya salah dan lupa, manusia adalah makhluk yg ketika salah selalu mencari pembenaran demi pembenaran, manusia adl makhluk egois yg paling gampang melupakan kebaikan org lain dan menutupnya dengan sebuah goresan atas nama sakit hati dan harga diri.. manusia diciptakan dengan segenap ketidaksempurnaannya bukan untuk membenarkan ketika melakukan sebuah kesalahan tapi memahami lebih jauh hakikat dari kebenaran yg sesungguhnya, manusiawi adl ketika lupa, dan sadar bahwa itu adl salah, meskipun kata yg keluar gak bisa lagi ditarik atau mengembalikkan keadaan seperti semula setidaknya belajarlah dan perbaiki, gak pernah ada yg instan didunia ini semua perlu proses jgn takut ketika kesalahan itu terulang setidaknya kita sudah mencoba dan terus berusaha untuk tidak sampai terulang.
Jadi inget pernah baca quotes, " Masalah adalah salah satu cara untuk melihat siapa yg mampu bertahan dan berproses paling lama dan ketika melewati proses itu tengok lah ke bagian kanan dan kiri mu, maka engkau akan melihat siapa orang-orang yg Tuhan titipkan untuk menjadi perantara Nya berada disisimu melewati proses itu" dan lihatlah disana pasti engkau temukan sosok seorang IBU dan sahabat-sahabat terbaikmu..



Jazakumulloh

Life is your choice... ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar